Teknik New Info download Makalah Jaringan WIRLESS LAN lengkap sudah edit tinggal download ~ Teknik Informatika

Tuesday, July 11, 2017

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data. Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon, komputer, televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.
Karakteristik media transmisi ini bergantung pada jenis alat elektronika, data yang digunakan oleh alat elektronika tersebut, tingkat keefektifan dalam pengiriman data, dan ukuran data yang dikirimkan. Jenis media transmisi ada dua, yaitu Guided dan Unguided. Guided transmission media atau media transmisi terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem kabel. Unguided transmission media atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang.
Media/saluran transmisi terletak di bawah physical layer. Merupakan jalur transmisi sinyal yang terbentuk di physical layer.
Media tranmisi memiliki 2 bentuk yaitu :
1.      Guided Media
Menyediakan jalur transmisi sinyal yang terbatas secara fisik, meliputi twisted-pair cable, coaxial cable (kabel koaksial) dan fiber-optic cable (kabel serat optik). Sinyal yang melewati media-media tersebut diarahkan dan dibatasi oleh batas fisik media. Twisted-pair dan coaxial cable menggunakan konduktor logam yang menerima dan mentransmisikan sinyal dalam bentuk aliran listrik. Optical fiber/serat optik menerima dan mentransmisikan sinyal data dalam bentuk cahaya.
2.      Unguided media
Unguided media atau komunikasi tanpa kabel mentransmisikan gelombang elektromagnetik tanpa menggunakan konduktor secara fisik. Sinyal dikirimkan secara broadcast melalui udara (atau air, dalam beberapa kasus). Media tranmisi ini dapat menggunakan wireless atau menggunakan satellite.


B.     Rumusan Masalah

   v  Apa pengertian dari Media transmisi ?
   v  Komponen-komponen apa saja yang ada dalam WLAN?
   v  Protokol apa saja yang ada dalam jaringan wirless?
   v  Apa implementasi dalam jaringan WLAN?
   v  Apa saja jenis-jenis kabel dalam jaringan?
   v  Bagamana teknik pengkabelan?

C.     Tujuan

   v  Mengetahui pengertian media transmisi
   v  Mengetahui komponen dasar WLAN
   v  Mengetahui Wirless protokol
   v  Mengetahui implementasi jaringan WLAN
   v  Mengetahui jenis dan komponen kabel jaringan
   v  Mengetahui pengkabelan pada kabel UTP


D.    Metode
v  Mengumpulkan informasi
v  Menganalisis data – data yang sudah ada
















BAB II
ISI

         A.   WIRLESS

                       I.            Komponen Dasar Jaringan WLAN

Ada empat komponen utama dalam WLAN, yaitu:
1.        Access Point
Merupakan perangkat yang menjadi sentral koneksi dari pengguna (user) ke
ISP (Internet Service Provider), atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika
jaringannya adalah milik sebuah perusahaan. Access-Point berfungsi mengkonversikan
sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel, atau disalurkan ke perangkat WLAN yang lain dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio.
2.      WLAN Interface
Merupakan peralatan yang dipasang di Mobile/desktop pc, peralatan yang
dikembangkan secara massal adalah Dalam bentuk PCMCIA (Personal Computer
Memory Card International Association) card, pci card maupun melalui port usb
(universal serial bus).
3.        Mobile/Desktop PC
Merupakan perangkat akses untuk pengguna, mobile PC pada umumnya sudah terpasang port PCMCIA. Sedangkan Desktop PC harus ditambahkan Wireless Adapter melalui PCI ( Peripheral Componentinterconnect ) Card atau USB (Universal SerialBus).
4.      Antena
Antena external (optional) digunakan untuk memperkuat daya pancar. Antena ini dapat dirakit sendiri oleh user. contoh : antena kaleng, wajan bolic maupun antenna komersil yang banyak dijual bebas di pasaran,seperti :
a)    Antena Omni – Directional
Yaitu jenis antena yang memiliki pola pancaran sinyal ke segala arah dengan daya yang sama. Untuk menghasilkan cakupan area yang luas, gain dari antena omni-directional harus memfokuskan dayanya secara horizontal (mendatar), dengan mengabaikan pola pemancaran ke atas dan kebawah, sehingga antena dapat diletakkan ditengah-tengah base station. Dengan demikian keuntungan dari antenna jenis ini adalah dapat melayani jumlah pengguna yang lebih banyak. Namun, kesulitannya adalah pada pengalokasian frekuensi untuk setiap sel agar tidak terjadi interferensi.
b)      Antena Directional
Yaitu antena yang mempunyai pola pemancaran sinyal dengan satu arah tertentu. Antena ini idealnya digunakan sebagai penghubung antar gedung atau untuk daerah yang mempunyai konfigurasi cakupan area yang kecil seperti pada lorong – lorong yang panjang.


                    II.             Protokol-Protokol Dalam WLAN
ada beberapa protokol yang termasuk didalamnya. Protokol tersebut terdiri dari 802.11a, 802.11b dan juga 802.11g. yaitu sebagai berikut :
1.        Protokol 802.11
Dikembangkan oleh IEEE pada tahun 1990 dengan maksud untuk mengembangkan CSMA/CA. Kemudian tahun 1997 dibuatlah standar 802.11 dimana perangkat wireless bisa bekerja dengan frekuensi 2.4 GHz. Kemampuan data ratenya dapat mencapai 1 Mbps dan 2 Mbps.
2.        Protokol 802.11a
Protokol 802.11a diperkenalkan tahun 1999. Protokol ini bekerja di frekuensi 5 Ghz. Menggunakan 52 subcarrier OFDM (orthogonal frequency division multiplexing) dan maksimum transfer rate nya 54 Mbps. Namun realisasinya throughputnya hanya kisaran 20 an Mbps. Dengan memakai band di 5 Ghz interferensinya relatif lebih sedikit karena belum banyak yang menggunakan frequensi ini. Kemudian slot channelnya lebih banyak dibanding 802.11b sehingga kemungkinan saling overlapping channel bisa di minimalisir.
3.        Protokol 802.11b
Protokol 802.11b merupakan standar yang paling umum digunakan pada masa awal perkembangan wireless. Diratifikasi tahun 1999 dan bekerja pada band 2.4 Ghz. Lebar pita tersebut dibagi menjadi 11 Channel. Data rate yang bisa dicapai maksimum 11 Mbps. Namun pada prakteknya data rate yang dicapai sebesar 5.9 Mbps jika paketnya menggunakan TCP dan 7.1 Mbps jika UDP. Hal ini disebabkan karena protokol TCP adalah connection oriented dan UDP adalah connectionless.
4.        Protokol 802.11g
Protokol 802.11g merupakan generasi ketiga untuk standarisasi wireless dan diratifikasi pada tahun 2003. Bekerja pada frekuensi 2.4 Ghz. Artinya band frekuensinya sama seperti protokol 802.11b, bedanya protokol ini menggunakan OFDM yang data ratenya mampu mencapai 54 Mbps, jika dibandingkan dengan protokol 802.11b terlihat jauh sekali meskipun dengan frekuensi yang sama.



                 III.            Implementasi jaringan WLAN

Penerapan aplikasi WLAN di bidang Pendidikan, misalnya :
Contoh adalah kampus. Mahasiswa atau dosen dapat mengakses perkuliahan secara lebih efektif dan efisien di lingkungan kampus.
Wireless LAN merupakan salah satu alternative dan juga dapat menghemat biaya dan waktu instalasi dibanding dengan LAN biasa karena beberapa gedung kampus model lama biasanya tidak diantisispasi untuk pemasangan jaringan LAN yang biasanya menggunakan kabel. Oleh karena itu, pembuatan jaringan intranet kampus yang tidak bisa dibangun dengan memakai Wired LAN, Karena kondisi gedung yang tidak memungkinkan, Kemudahan akses yang dapat didapat oleh user yaitu dapat mengakses internet, mengakses berbagai data mengenai perkuliahan (diktat online), atau bisa juga mengakses perpustakaan tanpa harus datang kesana.
Kemudahan akses ini dapat dilakukan kapan pun dan dimanapun, selama mereka masih dalam lingkungan kampus atau selama masih dalam jangkauan WIFI.
           B.     JARINGAN KABEL

I.              Jenis Dan Komponen Kabel Jaringan
Setidaknya ada 3 macam tipe kabel yang masuk dalam kategori kabel jaringan komputer. Untuk memahami apa saja jenis kabel jaringan komputer termasuk bagaimana kriteria dan cara penggunaannya, yaitu sebagai berikut :
a.       Kabel Koaksial
Kabel koaksial secara umum digunakan sebagai antenna televisi, transmisi telephone jarak jauh, link komputer dan LAN. Kabel ini dapat digunakan untuk sinyal analog maupun digital. Kabel koaksial adalah jenis kabel yang memiliki bandwidth yang lebih lebar jika di bandingkan dengan kabel UTP, sehingga sering di gunakan pada instalasi jaringan broadband. Seperti yang terlihat pada Gambar berikut, kabel koaksial terdiri dari 4 bagian yaitu:
Ø  Center core di pusat kabel, yang berfungsi sebagai konduktor
Ø  Dielectric insulator, pembatas metallic shield dan center core
Ø  Metallic shield, pelindung kabel dari gangguan luar
Ø  Plastic jacket, pelindung kabel terluar
b.     
Kabel Twisted Pair
Kabel twisted pair pada dasarnya mirip dengan kabel telepon biasa. Di dalamnya ada beberapa pasangan kabel yang saling dilintir dengan pasangannya (sehingga disebut twisted pair). Maksud pelintiran kabel adalah mengurangi interferensi, derau (noise) dan gangguan yang masuk. Ada dua macam kabel twisted pair yang sering digunakan dalam pembangunan jaringan LAN, yaitu Shielded Twisted Pair (STP) yang memiliki selubung pembungkus dan Unshielded Twisted Pair (UTP) yang tidak mempunyai selubung pembungkus. Fungsi selubung ini adalah pentanahan (grounding) untuk mengurangi lebih lanjut gangguan yang ada. Jadi jelas kabel yang memiliki selubung pembungkus akan lebih tahan terhadap gangguan dibandingkan yang tidak dibungkus.
1.      Kabel STP (Shielded Twisted Pair)

Kabel ini merupakan kabel yang dibuat untuk meningkatkan kinerja dua kawat dengan memberi lapisan pelindug mekanik untuk bisa mengurangi interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun dari luar. Kabel ini akan bekerja lebih baik pada rate data yang tinggi. Tetapi kabel ini harganya relatif mahal dibandingkan dengan kabel UTP dan sulit pada saat instalasi (terutama masalah grounding) serta jarak jangkauannya hanya 100 meter. Gambar di bawah ini menunjukkan penampang kabel STP.
2.      Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
Merupakan kabel dua kawat berpilin, yang tidak terlindung (unshielded) seperti halnya kabel telepon biasa. Kabel UTP mudah dipasang, ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan jenis media lainnya. Kekurangannya adalah rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik,dan jarak jangkauannya hanya 100 meter.
Gambar di bawah ini menunjukkan penampang kabel UTP.

c.       Media Optik (Fiber Optic)
Bahan dasar dari media optik ialah kaca dengan ukuran yang sangat kecil (skala mikron). Data yang dilewatkan pada medium ini dalam bentuk cahaya (laser atau inframerah). Media ini biasa dikenal dengan serat optik (fiber optic). Serat optik adalah teknologi perkabelan terkini yang memiliki kecepatan sangat tinggi. Serat optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa serat optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar dalam jarak yang sangat jauh. Mampu mengirimkan bandwidth lebih banyak. Banyak digunakan untuk komunikasi antar backbone, LAN dengan kecepatan tinggi. Satu buah kabel serat optik terdiri atas dua fiber dimana satu berfungsi untuk transmit (Tx) dan satunya untuk receive (Rx) sehingga komunikasi dengan serat optik bisa terjadi dua arah secara bersama-sama (full duplex). Pada bagian pengirim, kode/isyarat informasi diubah menjadi kode/isyarat optik. Lalu, diteruskan ke kanal informasi yang juga terbuat dari serat optik yang bertugas sebagai pemandu gelombang. Setelah tiba di penerima, berkas cahaya ditangkap oleh detektor cahaya, yang berfungsi mengubah besaran optik menjadi besaran elektrik. Serat optik disusun menjadi tiga bagian seperti yang ditunjukkan pada Gambar dibawah ini yaitu:
1.      Core adalah kaca tipis yang merupakan bagian inti dari serat optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan.
2.      Cladding adalah materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti (core).
3.     
Buffer Coating adalah plastik pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan.

II.                Teknik Pengkabelan Pada Kabel UTP\

Berikut ini adalah susunan standar pin pada kabel UTP.

Pin
Warna
1
Oranye-putih
2
Oranye
3
Hijau-putih
4
Biru
5
Biru-putih
 6
Hijau
7
Coklat putih
8
Coklat











Di dalam LAN, teknik pengkabelan yang menggunakan kabel UTP di bagi menjadi 2 macam, yaitu:
a.       Teknik Pengkabelan Lurus (Straight)
Teknik pengkabelan straight digunakan pada topologi star. Pada teknik ini, tiap pin pada ujung kabel pertama bertemu dengan pin yang sama pada ujung kabel kedua
b.      Teknik Pengkabelan Silang (Cross)
Pada teknik pengkabelan cross, urutan pin pada ujung kabel pertama sama seperti pada teknik straight, sedangkan urutan pin pada ujung kabel kedua di silang dengan rumus 1-3 2-6, maksudnya adalah, pin ke-1 pada ujung kabel pertama bertemu dengan pin ke-3 pada ujung kabel kedua. Sedangkan pin ke-2 pada ujung kabel pertama bertemu dengan pin ke-6 pada ujung kabel kedua
Perbedaan Teknik Pengkabelan Straight dan Cross
Perbedaan dari kedua macam teknik pengkabelan tersebut ada 2, yaitu:
1)     
Berdasarkan urutan pin kabel
Biar lebih jelas, silahkan lihat tabel dibawah ini

2)      Berdasarkan fungsi dan kegunaannya

a)      Lurus (Straight)
Kabel dengan kombinasi ini digunakan untuk koneksi antar perangkat yang berbeda jenis. contohnya:
Ø  Menghubungkan komputer dengan router
Ø  Menghubungkan komputer dengan access point
Ø  Menghubungkan komputer dengan switch/ hub
Ø  Menghubungkan router ke access point
Ø  Menghubungkan switch/ hub ke router
b)      Silang (Cross)
Kabel dengan kombinasi ini adalah diperuntukkan untuk koneksi peer to peer antara perangkat yang sejenis. contohnya:
Ø  Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
Ø  Menghubungkan 2 buah router secara langsung
Ø  Menghubungkan 2 buah access point secara langsung
Ø  Menghubungkan 2 buah switch/ hub secara langsung
Setelah kita mengetahui macam-macam teknik pengkabelan beserta perbedaannya, sekarang kita coba membuatnya.
Alat dan bahan yang dibutuhkan:
1.      Kabel UTP
2.      Konektor RJ-45
3.      Crimping Tools
4.      LAN Tester
Langkah-langkah:
1.      Kupas kedua ujung kabel (+/- 1cm)
2.      Urutkan sesuai dengan urutan pinnya lalu rapikan. Jika perlu, potong ujung kabel supaya sejajar, rapi dan ujung-ujungnya sama tinggi.
3.      Masukkan ujung-ujung kabel kedalam konektor RJ-45 sesuai dengan urutan pinnya.
4.      Tekan kabel sampai benar-benar masuk. Pastikan seluruh ujung kabel menyentuh dinding ujung konektor
5.      Masukkan konektor tadi kedalam crimping tools. Tekan kedua gagang dengan kuat.
6.      Cek dulu, apakah tembaga pada konektor sudah menusuk semua kabel atau belum. Jika belum, lakukan lagi langkah ke-5
7.      Jika sudah, selanjutnya kita ulangi langkah ke-1 untuk memasang konektor RJ-45 pada ujung kabel yang kedua.
Memeriksa dengan LAN Tester
Pasang kabel yang sudah jadi tadi pada LAN Tester, lalu hidupkan LN Tester.
Perhatikan lampu indikator yang menyala.
Ø  Pada Teknik Pengkabelan Straight, lampu indikator pada master (bagian LAN Tester besar) dan remote (bagian LAN Tester kecil) urutan nyalanya harus sama.
Ø  Pada teknik pengkabelan Cross, jika led ke-1 pada master menyala, pada remote yang menyala harus led ke-3. Jika led ke-2 pada master menyala, berarti pada remote yang harus menyala adalah led ke-6. Begitulah seterusnya sesuai dengan rumus pengkabelan cross.





BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan

Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data. Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon, komputer, televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.
Karakteristik media transmisi ini bergantung pada jenis alat elektronika, data yang digunakan oleh alat elektronika tersebut, tingkat keefektifan dalam pengiriman data, dan ukuran data yang dikirimkan. Jenis media transmisi ada dua, yaitu Guided dan Unguided. Guided transmission media atau media transmisi terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem kabel. Unguided transmission media atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang.
Media/saluran transmisi terletak di bawah physical layer. Merupakan jalur transmisi sinyal yang terbentuk di physical layer.
Media tranmisi memiliki 2 bentuk yaitu :
1.      Guided Media
Menyediakan jalur transmisi sinyal yang terbatas secara fisik, meliputi twisted-pair cable, coaxial cable (kabel koaksial) dan fiber-optic cable (kabel serat optik). Sinyal yang melewati media-media tersebut diarahkan dan dibatasi oleh batas fisik media. Twisted-pair dan coaxial cable menggunakan konduktor logam yang menerima dan mentransmisikan sinyal dalam bentuk aliran listrik. Optical fiber/serat optik menerima dan mentransmisikan sinyal data dalam bentuk cahaya.
2.      Unguided media
Unguided media atau komunikasi tanpa kabel mentransmisikan gelombang elektromagnetik tanpa menggunakan konduktor secara fisik. Sinyal dikirimkan secara broadcast melalui udara (atau air, dalam beberapa kasus). Media tranmisi ini dapat menggunakan wireless atau menggunakan satellite           

B.     Kritik dan Saran

Penulis menyadari tentang penyusunan makalah, tentu masih banyak kesalahan dan kekurangannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi kiranya memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
Demikian penulis menyusun mata kuliah ‘Jaringan Komputer” membahas Materi - materi mata kuliah tersebut. Sehingga mahasiswa dapat mengenal tentang Konsep komunikasi data, komponen-komponen komunikasi data, Komponen dasa perangkat jaringan computer.


























DAFTAR PUSTAKA


LLC, Hacker Friendly. 2006. Wireless Networking In The Developing World. Artikel Internet
http://hackerfriendly.com/.
LLC, Hacker Friendly. 2007. Wireless Networking In The Developing World second Edition. Artikel



0 komentar:

Post a Comment

BABE (Baca Berita)

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Tentang Saya

AAN KALVIN

Nama saya aan, Nama lengkap saya adalah AANKALVIN. Saya Lahir pada Tahun 1997,Tempat Lahir di Minanga Kabupaten Mamasa, Hoby saya adalah Menulis ...Read More

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Jumlah Pengunjung